Tera Mati, Solar Datang Sebulan Sekali, SPBU Nelayan di Maros Jadi Sorotan

News65 Dilihat

Maros – Kondisi SPBU Nelayan dengan nomor SPBN 78.905.03 yang dikelola Koperasi Tani Tambak Mario Nusantara menjadi sorotan setelah ditemukan dugaan lemahnya pengawasan terhadap operasional fasilitas yang diperuntukkan bagi nelayan tersebut.

Saat awak media melakukan peninjauan langsung ke lokasi, kondisi SPBN tampak kurang terawat. Sejumlah bagian fasilitas terlihat tidak terpelihara dengan baik sehingga memunculkan pertanyaan mengenai pengelolaan dan pengawasan terhadap aset yang melayani kebutuhan bahan bakar nelayan.

Operator SPBN yang mengaku bernama Idris menjelaskan bahwa pasokan solar untuk SPBN tersebut hanya datang sekali dalam sebulan. Kondisi ini dikhawatirkan dapat mengganggu kebutuhan nelayan yang bergantung pada ketersediaan BBM untuk melaut.

Selain itu, awak media juga menemukan bahwa masa berlaku tera alat ukur BBM telah berakhir pada 10 Juli 2025. Tera merupakan pengujian resmi terhadap alat ukur untuk memastikan volume BBM yang disalurkan sesuai standar. Jika benar belum diperpanjang, kondisi tersebut patut menjadi perhatian instansi terkait karena menyangkut perlindungan konsumen dan kepastian takaran BBM.

Temuan ini memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas pengawasan terhadap SPBN yang dibangun untuk menunjang aktivitas nelayan. Publik berharap dinas terkait, pengelola, serta instansi yang berwenang segera melakukan pemeriksaan guna memastikan operasional SPBN berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

Masyarakat juga mendesak adanya evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan SPBN tersebut, mulai dari kelayakan fasilitas, kepastian pasokan BBM, hingga legalitas tera alat ukur. Pengawasan yang lemah berpotensi menimbulkan kerugian bagi nelayan yang setiap hari bergantung pada ketersediaan solar bersubsidi.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola Koperasi Tani Tambak Mario Nusantara maupun instansi terkait mengenai kondisi tera yang telah habis masa berlakunya serta mekanisme distribusi solar yang disebut hanya dilakukan satu kali setiap bulan.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *